Wisata Budaya Megalitikum Wolotopo, Kota Ende Flores

Photo of author

By UWA

Merawat tradisi tenun

Bagi kaum perempuan Ende Lio, kegiatan tenun adalah bagian dari hidupnya. Di sela-sela kesibukan sebagai  ibu rumah tangga, kaum perempuan juga merawat tradisi tenun yang diwariskan oleh generasi terdahulu. Tenunan Ende dan Lio umumnya berwarna dasar merah tua kecoklatan. Tenunan untuk pria biasanya berwarna dasar hitam atau biru kehitaman dengan jalur mendatar yang disebut ragi/luka. Sementara untuk kaum perempuan, motif tenunnya berupa gambar flora dan fauna.

Tarian Gawi, ungkapan kegembiraan

Tarian Gawi adalah tarian massal yang bisanya dilakukan di tengah kampunng pada acara adat. Tarian Gawi merupakan warisan luhur suku Lio yang hingga kini tarus dirawat dan dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Keunikan Tarian ini adalah para penari akan membentuk lingkaran. Irama dan hentakan kaki secara bersama-sama juga turut menghidupkan suasana yang diselingi pekikan khas Suku Lio. Tarian ini, mempresentasikan nilai-nilai budaya yang dihidupi, yang meliputi makna religius, persatuan, kesetaraan gender.

Bengkoang yang manis

Sebagian besar masyarakat Wolotopo bermata pencaharian sebagai petani. Hasil tani yang menjadi andalan dari Wolotopo adalah bengkoang. Bengkoang Wolotopo adalah bengkoang terbaik di Kabupaten Ende Lio.

Ende adalah tempat wisata pilihan di Flores. Pesona wisata di Ende beragam, baik wisata alam maupun budaya. Hingga kini, orang Ende Lio masih mempertahankan dan merawat budayanya dengan baik. Untuk wisata budaya, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan komunitas dan penganut budaya setempat. Dan, salah satu pilihannya adalah kampung megalitikum Wolotopo yang relatif dekat dari pusat kota Ende.

Leave a Comment