Tempat Wisata Kota Solo, Kota Asal Presiden Jokowi

Photo of author

By UWA

Presiden Jokowi berasal dari Kota Solo. Jokowi menjabat sebagai wali kota pada kurun waktu 2005 hingga 2012. Jokowi juga mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Sejalan dengan hal tersebut, kini kota Solo juga dikembangkan sebagai kota pariwisata.

Tempat wisata Kota Solo menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah. Kota Solo memiliki beragam daya tarik wisata. Berikut adalah berapa daya tarik wisata di Kota Solo yang dapat dinikmati wisatawan.

Tempat Wisata Kota Solo: Keelokan Keraton Solo

Cerita tentang tempat wisata kota Solo dapat dimulai dengan keelokan Keraton Solo. Keraton ini merupakan sebuah istana kerajaan yang menjadi pusat kehidupan kerajaan di masa lalu. Pengunjung dapat merasakan keanggunan arsitektur Jawa klasik, dengan bangunan-bangunan yang dihiasi dengan ornamen khas. Di dalam kompleks istana, terdapat museum yang memamerkan peninggalan-peninggalan bersejarah dan kebudayaan, seperti wayang kulit, kain batik, dan perhiasan kerajaan.

Keraton Solo, juga dikenal sebagai Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, adalah istana kerajaan yang kaya akan sejarah dan seni Jawa. Dibangun pada abad ke-18, keraton ini menawarkan pengalaman mendalam tentang kehidupan kerajaan Jawa dengan arsitektur megah, paviliun-paviliun yang indah, dan museum yang berisi koleksi bersejarah.

Keraton Solo didirikan pada tahun 1745 oleh Sunan Pakubuwono II, sebagai bentuk pemisahan dari Keraton Yogyakarta. Bangunan ini menggambarkan kekayaan seni dan arsitektur Jawa, dengan tata letak yang simetris, pintu gerbang megah, dan taman-taman yang indah. Detail ornamen di dinding dan atap menggambarkan keahlian pengrajin dan seniman lokal pada masa itu.

Keraton ini tidak hanya merupakan saksi hidup sejarah Jawa, tetapi juga tempat yang penuh keindahan arsitektur dan seni tradisional.

Taman Balekambang

Setelah mengunjungi Keraton Solo, perjalanan selanjutnya adalah menikmati kesejukan Taman Balekambang. Taman ini menjadi oasis hijau yang menawarkan tempat istirahat yang damai. Bunga-bunga berwarna-warni dan danau kecil menciptakan suasana tenang yang sempurna untuk bersantai. Pengunjung sering datang ke sini untuk berjalan-jalan santai atau sekadar duduk bersama keluarga di tepi danau.

Taman Balekambang adalah taman yang indah dengan danau buatan dan kebun bunga yang menawan. Terletak di tengah kota, taman ini menyediakan tempat yang nyaman untuk bersantai, berolahraga, atau sekadar menikmati keindahan alam. Suasana damai dan kehijauan taman ini memberikan kontrast yang menyegarkan dengan kesibukan kota.

Taman ini direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi awal Taman Balekambang seperti kebon rojo atau kebun raja yang elok, indah dan menawan. Pada proses revitalisasi, pohon-pohon besar berusia tua juga masih tampak tumbuh kokoh. Ruang terbuka hijau makin dipercantik, sehingga masyarakat bisa bersosialisasi dan berwisata dengan  nyaman. Proses pembangunan dilakukan dengan hati-hati, karena Taman Balekambang memiliki nilai histori bagi Kota Solo.

Taman peninggalan Puro Mangkunegaran ini, merupakan taman yang dibangun sebagai bentuk cinta dan kasih sayang KGPAA Mangkunegoro VII untuk kedua putrinya GRAy Partini dan GRAy Partinah. Taman yang sangat adem dan indah tersebut juga pernah menjadi salah satu taman terbaik di Asia Tenggara.

Museum Radya Pustaka

Cerita berlanjut di Museum Radya Pustaka, yang menjadi penyimpan sejarah dan kebudayaan Kota Solo. Koleksi buku-buku kuno, manuskrip, dan artefak bersejarah lainnya memberikan pandangan mendalam tentang perjalanan panjang kota ini. Pengunjung dapat merasakan kekayaan intelektual dan kearifan lokal yang telah terpelihara selama berabad-abad.

Secara etimologi, “radya” berarti pemerintah, sementara “pustaka” berarti surat. Tempat ini dulunya merupakan tempat penyimpanan surat-surat kerajaan. Seiring berjalannya waktu, yang disimpan di dalam tempat ini tidak hanya surat, tapi juga berbagai benda penting yang berhubungan dengan kerajaan. Dan semakin lama, seiring semakin bertambahnya koleksi yang dimiliki, tempat ini pun menjadi museum. Di bagian halaman museum, terdapat patung Rangga Warsita, seorang pujangga besar yang hidup di Surakarta pada abad 19.

Museum ini memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan kebudayaan Solo, dan merupakan tempat yang ideal untuk mereka yang tertarik dengan peninggalan sejarah.

Sungai Bengawan Solo

Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa, Indonesia, dengan panjang sekitar 600 kilometer. Sungai ini memiliki nilai historis, budaya, dan ekonomi yang signifikan bagi wilayah sekitarnya. Nama “Bengawan Solo” diambil dari bahasa Jawa. “Bengawan” berarti sungai, sementara “Solo” merujuk pada kota dan wilayah sekitarnya, seperti Kota Solo (Surakarta).

Bengawan Solo mencerminkan nilai historis dan budaya dalam kehidupan masyarakat Jawa. Sungai ini sering diabadikan dalam sastra, lagu, dan seni tradisional Jawa. Sejumlah mitos dan legenda juga terkait dengan Bengawan Solo. Salah satunya adalah legenda Joko Tarub dan Nawang Wulan, yang berhubungan dengan peristiwa di sekitar sungai ini.

Bengawan Solo, sebagai salah satu sungai terbesar di Indonesia, tidak hanya berperan sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya tetapi juga sebagai bagian integral dari warisan alam dan budaya Jawa Tengah. Sungai Bengawan Solo, salah satu sungai terpanjang di Jawa, mengalir di sebelah utara Kota Solo. Sungai ini memainkan peran penting dalam irigasi dan kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.

Pasar Gede sebagai Tempat Wisata Kota Solo

Tempat wisata kota Solo yang lain adalah Pasar Gede. Pasar Gede menjadi saksi hidup kehidupan pasar tradisional di Solo. Suara dagangan yang ramai, warna-warni kain batik, dan aroma rempah-rempah menciptakan pengalaman belanja yang tak terlupakan. Di sini, pengunjung dapat mencoba berbagai kuliner tradisional dan membeli oleh-oleh khas Solo.

Nama mencerminkan bangunan pasar tradisional Solo ini. “Gede” dalam bahasa Jawa berarti besar. Memang seperti itulah bangunan Pasar Gede, besar juga luas. Pasar Gede terletak di perkampungan pecinan, tepatnya di seberang Balai Kota Solo, Jl. Jenderal Sudirman. Anda juga dapat menemukan sebuah vihara tepat di selatan pasar ini.

Pasar Gede adalah pasar tradisional yang ramai di pusat kota Solo. Di sini, Anda dapat menjelajahi kehidupan pasar tradisional Indonesia, melihat berbagai barang dagangan, dan mencicipi kuliner lokal yang lezat. Pasar Gede mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat Solo, dan merupakan tempat yang bagus untuk merasakan keberagaman dan kehidupan pasar tradisional.

Pasar Klewer

Selain Pasar Gede, wisatawan juga perlu mengunjunigi Pasar Klewer. Pasar Klewar merupakan salah satu pasar tradisional terbesar dan tertua di Solo. Berada di seputaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, tak jauh dari Masjid Agung. Pasar ini sangat terkenal sebagai pusat perdagangan tekstil dan produk tekstil. Banyak pedagang kain yang melakukan transaksi besar di sana. Hiruk pikuk Pasar Klewer dapat Anda dapati setiap hari.

Pasar ini menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja berbagai produk. Pasar tradisional ini terkenal sebagai pusat perdagangan batik. Wisatawan dapat menjelajahi pasar ini untuk membeli batik Solo, yang terkenal dengan desain dan warna yang khas.

Batik yang dijual di sini memiliki desain dan corak yang khas, mencerminkan keindahan seni tradisional Jawa. Di Pasar Klewer, pengunjung dapat menemukan berbagai macam batik, mulai dari batik tulis hingga batik cap. Setiap pedagang biasanya memiliki koleksi dan desain yang berbeda, menciptakan variasi yang kaya dalam pilihan batik.

Tempat Wisata Kota Solo: Wisata Alam Candi Cetho

Perjalanan tidak lengkap tanpa mengunjungi Candi Cetho, kompleks candi Hindu yang terletak di lereng Gunung Lawu. Di sini, pengunjung dapat menyatu dengan alam, menikmati keindahan pemandangan, dan merasakan ketenangan spiritual.

Candi ini menyajikan pemandangan alam yang spektakuler dan atmosfer yang tenang. Para pengunjung dapat menikmati kemegahan arsitektur candi yang kuno dan merasakan spiritualitas tempat ini. Candi Cetho menjadi destinasi yang unik dan menarik bagi mereka yang mencari pengalaman spiritual dan wisata alam.

Dengan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan penduduknya, tempat wisata kota Solo menawarkan perpaduan sempurna antara masa lalu dan masa kini. Setiap sudut kota ini menyimpan cerita dan keindahan yang siap dijelajahi oleh pengunjung.

Leave a Comment