Makanan Tradisional Khas Labuan Bajo

Makanan tradisional khas wisata Labuan Bajo menjadi daya tarik tersendiri. Beriringan dengan pengembangan berbagai fasilitas untuk pariwisata,makanan tradisional khas Labuan Bajo juga mulai dimodifikasi untuk ditawarkan kepada wisatawan.

Memang, tidak selamanya makan lokal itu akan disukai oleh pendatang. Tetapi, masih banyak juga yang ingin mencari tahu dan mencipi makanan tradisional khas di tempat wisata. Di sini, diperkenalkan beberapa makanan tradisional khas wisata Labuan Bajo yang layak dicoba untuk mengalami kuliner tradisional selama berwisata di Labuan Bajo.

Kekhasan makanan tradisional Labuan Bajo

Wisata alam menjadi pesona utama wisata Labuan Bajo. Wisatawan berkunjung ke Labuan Bajo terutama untuk memburu pengalaman baru dan mendapat energi baru dari berbagai pesona alam yang eksotis. Pengalaman kian kaya jika mengecap rasa makanan tradisional khas Labuan Bajo.

Penduduk lokal Labuan Bajo adalah orang Manggarai yang hidup dalam kearifan budaya manggarai. Sebagaimana di tempat lain, leluhur orang Manggarai juga mewarisi makanan tradisional yang khas. Hanya saja, makan tradisional Manggarai itu pelan-pelan ditinggalkan.

Sebelum mengenal beras, orang Manggarai mengandalkan jagung dan umbi-umbian untuk memenuhi kebutuhan makanan. Sistem persawahan relatif baru, diinisiasi oleh Raja Aleksander Baruk sekitar pada tahun 1932.  Karena itu, jagung-dan umbi-umbian adalah bahan baku untuk diolah menjadi makanan.

Ciri khas makanan tradisional Manggarai adalah pengolahan tanpa minyak dan pengawet makanan. Maka, makanan tradisional khas Labuan Bajo menjadi kuliner yang unik di tengah kuliner yang dibanjiri pemakaian minyak goreng dan bumbu masakan dari pabrik.

Beberapa jenis makanan tradisional khas Labuan Bajo

Beberapa jenis makanan Tradisional khas Labuan Bajo yang diolah tanpa minyak dan bahan bumbu masakan dari pabrik, adalah sebagai berikut:

Rebok

Cemilah khas Manggarai adalah rebok. Ada dua jenis bahan dasar rebok, yakni jagung yang juga biasa disebut siki seko dan tepung beras. Pengolahan rebok yang berbahan dasar jagung relatif lebih mudah ketimbang rebok dengan bahan dasar beras.

Jagung tua dioseng tanpa minyak sampai matang. Setelah itu, ditumbuk dan kemudian diayak. Bagian yang haluslah yang akan dihidangkan. Untuk menambah rasa manis, biasanya dicampur dengan gula merah (gola kolang). Rebok jagung siap disajikan dan dinikmati.

Sementara untuk rebok berbahan dasar tepung beras, pengolahannya lebih lama. Beras direndam terlebih dahulu sebelum ditumbuk dengann lesung untuk menghasilkan tepung beras. Kedudian, tepung beras dicampuri dengan parutan kelapa tua. Selanjutnya disangrasi sampai matang. Gula merah (gola kolang) ditaburi ketika rebok hampir matang. Bisa juga, gula ditaburi setelah rebok sudah matang. Rebok siap sisajikan.

Rebok bisanya disuguhkan bersama kopi. Entah itu pada pagi hari maupun pada sore hari. Rebok biasanya disuguhkan kepada tamu juga. Akan tetapi, rebok lazimnya merupakan oleh-oleh khas untuk sanak keluarga yang pergi meninggalkan kampung halaman entah untuk menempuh pendidikan atau bekerja. Rebok menjadi oleh-oleh khas yang dibawa orang Manggarai ke tempat perantauan.

Sobol

Makanan tradisional khas Labuan Bajo yang lain adalah sobol. Sobol terbuat dari tepung ubi kayu/singkong. Ubi yang sudah dipanen dikupas dan diiris. Selnjutnya, dijemur hingga kering.  Ubi kayu yang telah dikeringkan itu disebut kuil dan biasanya disimpan sebagai cadangan makanan untuk musim paceklik.

Ketika paceklik tiba, kuil akan diolah untuk menggantikan nasi. Untuk membuat sobol, kuil ditumbuk dan kemudian diayak sehingga menghasilkan tepung. Tepung itulah yang akan diolah menjadi sobol. Biasanya yang kasar akan menjadi makanan ternak.

Pada tahap selanjutnya, tepung singkong akan dicampuri air sedikit demi sedikit sampai adonan sobol sedikit basah dan merata. Setelah itu, ditambahkan parutan kelapa dan gula merah (gola kolang). Aduk kembali adonan hingga merata.

Untuk mengukus adonan, biasanya digunakan periuk dari tanah liat dan wadah bambo (gogong) yang bagian buku bagian bawah dilubangi. Adonan sobol dimasukkan ke dalam gogong, lalu diletakkan di atas periuk tanah tadi. Jika adonannya sudah berwarna kecoklatan, sobol sudah matang dan siap disajikan.

Lomak

Lomak adalah sayuran kering yang merupakan campuran buah pepaya muda, daun pepaya, dan daun singkong. Terlebih dahulu, sayur-sayur itu direbus hingga matang. Kemudian, ditiriskan. Selanjutnya, sayuran itu dioseng dengan campuran parutan kelapa tua. Penyedap rasa utamanya adalah garam.

Pelmara

Pelmara adalah masakan tradisional khas Labuan Bajo yang diolah dari campuran darah dan organ bagian dalam dari hewan  yang disembelih, jantung pisang, daun singkong, dan beberapa jenis daun yang diambil dari hutan. Baik organ hewan, maupun beberapa sayuran tersebut dicincang hingga sekecil-kecilnya. Kemudian, disatukan untuk dimasakan bersamaan. Sama seperti lomak, penyedap rasa utamnya adalah garam. Namun, biasanya juga diitambahi bumbu masakan yang lain.

Makanan tradisioanl di tengah arus wisata

Geliat wisata Labuan Bajo kian ramai. Perhatian pemerinah pusat untuk pengembangan pariwisata sedemikian intensif. Berbagai fasilitas dibangun untuk mendukung Labuann Bajo sebagai destinasi berkelas internasional.

Kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Meningkatnya kunjungan wisatawan menjadi peluang untuk menghidupkan kembali makanan tradisional kahas wisata Labuan Bajo. Makanan tradisional digali dan dimodifikasi sebagai tawaran rasa khas wisata Labuan Bajo sehingga menjadi kenangan untuk wisatawan yang datang mencari nuansa dan energi baru di Labuan Bajo.

Leave a Comment