Daya Tarik Usaha Wisata Di Labuan Bajo

Photo of author

By UWA

Usaha wisata di Labuan Bajo menjanjikan. Labuan Bajo semakin seksi untuk investasi pariwisata setelah ditetapkan sebagai destinasi superprioritas. Penetapan sebagai destinasi superprioritas tersebut membuka jalan baru meraup keuntungan dari usaha wisata.

Pemerintah telah menetapkan lima destinasi superprioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang dan Labuan Bajo Flores. Untuk destinasi pariwisata Labuan Bajo Flores, pemerintah telah menetapkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melalui Perpres Nomor 32 Tahun 2018.

Sebagai destinasi pariwisata superpremium, destinasi pariwisata Labuan Bajo dikembangan untuk pariwisata berkelas internasional. Pemerintah pun tengah gencar membangun berbagai fasilitas untuk mendukung investasi pariwisata di Labuan Bajo.

Berapa hal berikut menjadi daya tarik untuk mulai berinvesasi usaha wisata di Labuan Bajo yang merupakan destinasi pariwisata superprioritas.

Peluang usaha wisata di Labuan Bajo

Dewasa ini, peluang bisnis pariwisata makin menjanjikan. Pariwisa menjadi salah satu sektor yang turut menentukan pertumbuhan ekonomi dan terbukanya berbagai lapangan kerja baru. Banyak orang yang kini bergelut dan mengingnisiasi berbagai usaha di bidang pariwisata, seperti perhotela, restoran, biro perjalanan dan lain-lain.

Wisata telaha menjadi bagian dari hidup dan menjadi kebutuhann manusia zamann sekarang. Apalagi, globalisasi dan perkembangan teknologi dan informasi telah memudahkan orang mendapatkan informasi tentang destinasi pariwisata. Selain itu, mengadakan travelling lintas Negara dan benua negara semakin mudah. Wisata tidak hanya sebagai gaya hidup lagi, tetapi bagi sebagian orang, wisata menjadi kebutuhan.

Data  yang dirilis The World Tourism Organization (UNWTO) menunjukkan peningkatan jumlah wisatawan yang tiba di Indonesia sebelum Pandemi Covid-19. Pada tahun 2015, jumlah wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia sebanyak sepuluh juta orang. Kemudian, jumlah wisatawan terus mengalami kenaikan pada tahun-tahun berikutnya. Data terakhir, yaitu tahun 2019 jumlah wisatawan luar negeri sebanyak 16 juta orang. Untuk lebih detailnya, dapat dilihat di tabel berikut.

Tabel Tren Wisatawan Asing Idonesia Tahun 2015-2019

Tren wisata global menjadi peuluang usaha wisata. Sumber: The World Tourism Organization (UNWTO)

Destinasi wisata Labuan Bajo relatif baru berkembang beberapa tahun belakangan. Sebelumnya, Labuan Bajo bukan menjadi tujuan utawa wisata. Labuan Bajo, terutama Taman Nasional Komodo, hanya menjadi salah satu paket wisata yang ditawarkan oleh operator dari daerah lain. Karena itu, wisatawan kebanyaka menggunakan kapal pesiar untuk mengunjungi komodo tanpa ke Labuan Bajo.

Sekarang ini, Labuann Bajo menjadi tujuan wisata yang diarahkan menjadi destinasi superpremium. Hal ini tentu membuka peluang untuk berbagai usaha wisata di Labuan Bajo. Apalagi, diprediksi kunjungan wisatawan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Komodo dan aneka spot wisata yang menarik

Komodo adalah hewan purba yang bertahan hingga kini. Situs ini masuk dalam tujuah keajaiban baru. Selain komodo, masih banyak spot wisata yang memikat, seperti Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Kalong, dan lain-lain. Tidak heran wisatawan cenderung menghabiskan waktu lebih lama tinggal di Labuan Bajo.

Beberapa event internasional telah dan diagendakan dilaksanakan di Labuan bajo, seperti KTT G20 dan ASEAN Summit 2023. Melihat keseriusan pemerintah untuk destinasi Labuan Bajo, bukan tidak mungkin banyak kegiatan nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di Labuan Bajo.

Akses mobilitas makin lancar

Investasi pariwisata juga semakin diberi jalan ketika pemerintah sudah membuka akses mobilitas penumpang dan barang. Untuk transportasi laut, ada dua dermaga yang sudah beroperasi, masing-masing untuk penumpang dan barang. Karena itu, mobilitas barang semakin lancer,  demikian mobilitas orang melalui moda transportasi laut yang relative lebih murah.

Sementara untuk transportasi udara, bandara Labuan Bajo sudah ditingkatkan statusnya menjadi Bandara internasianal. Frekuensi penerbangan dari dan ke Labuan Bajo juga meningkat. Kemudian, pengembangan dan pengelolaan bandara melibatkan investasi asing yang memiliki reputasi dalam mengelola bandara bertaraf internasional dan memiliki jaringan luas. Saat ini kapasasitas bandara memiliki daya tampung 1,5 juta penumpang per tahun dan terus ditingkatkan hingga bisa menampung 4 juta penumpang per tahun.

Memulai usaha wisata di Labuan Bajo

Hingga kini, pihak swasta semain banyak yang mulai berinvestasi di Labuan Bajo. Ada banyak pihak swasta yang sudah berinvestasi perhotelan. Perhotelan sudah yang beroperasi, antara lain Plataran Komodo Resort dan Spa, Local Collection Hotel, dan Ayana Komodo Resort. Selain yang sudah beroperasi, masih ada yang sementara membangun. Misalnya, Vasanta Group tengah menggarap Mawatu sebagai kawasan wisata terpadu dengan tema “The New Seafront Town Center & Leisure Park of Labuan Bajo.”

Untuk mendukung kesiapan Labuan Bajo sebagai destinasi superpremium, program penataan kawasan terus berjalan meskipun dunia dihantam badai pandemi. Beberapa titik wisata sudah rampung dibangun dan dipoles semakin menarik, antara lain kawawan waterfront city, kawasan Puncak Waringin, Batu Cermin dan Pulau Rinca.

Pengembangan destinasi yang berkelas Internasional memberi peluang investasi baru di bidang Pariwisata. Dan, investasi pariwisata memiliki potensi besar mendatangkan cuan. Sebelum peluang ini direbut orang lain, saatnya untuk memulai usaha wisata di Labuan Bajo.

Leave a Comment